Sabtu, 27 November 2010

Sebuah fosil spesies baru buaya yang hidup sekitar 100 juta tahun lalu telah ditemukan di Thailand.

Komsom Lauprasert, seorang ilmuwan di Mahasarakham University,

mengatakan bahwa spesies buaya tersebut memiliki kaki yang lebih

panjang dari buaya modern dan mungkin mangsanya adalah ikan, ini

melihat dari karakteristik giginya. Demikian seperti yang dikutip dari

Associated Press, Jumat (26/11/2010).

"Buaya-buaya tersebut hidup di darat dan mungkin dapat berjalan dengan

cepat," ujar Komsom, yang sebelumnya mengenalkan fosil tengkorak

buaya tersebut untuk musium pada tahun 2006.

Fosil yang berukuran 15 sentimeter aslinya didapat dari situs penggalian

di provinsi Nakhon Rathcasima atau Korat, sebelumnya belum

diidentifikasi kalau ternyata adalah bagian dari spesies
yang berbeda.

Spesies buaya purba tersebut diberi nama 'Khoratosuchus Jintasakuli'

diambil dari nama provinsi Korat, tempat di mana fosil tersebut

ditemukan. Sementara nama terakhir dari diambil dari nama dirut

Northeastern Research Institute of Pterified Wood and Mineral

Resources, Pratueng Jintasakul.

Penemuan ini telah dipublikasikan di The Geological Society of London.

Daerah timur-laut Thailand telah menjadi situs penting bagi paleontolog

dalam beberapa dekade terakhir. Beberapa fosil prasejarah telah

ditemukan di provinsi Korat, Thailand.

Ilmuwan Thailand dan Perancis mulai melakukan penelitian bersama di

wilayah tersebut sejak tahun 80-an, semenjak para geolog pencari

uranium menemukan tulang paha dinosaurus di akhir tahun

70-an.(okezone).

Tidak ada komentar: