Rabu, 11 Mei 2011

Prediksi Kematian Dengan Lingkar Pinggang

Kegemukan atau obesitas sejak lama telah dikenal sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung. Para dokter kerap memperhitungkan obesitas dalam menilai risiko seseorang mengidap penyakit jantung.

Obesitas di antaranya dapat diketahui dengan melakukan pengukuran body mass index (BMI). Ini adalah pengukuran sederhana dengan cara membagi nilai tinggi badan dengan ukuran berat yang dipangkatkan. Semakin besar skor BMI seseorang, semakin besar kemungkinannya masuk dalam kategori obesitas.

Sejumlah penelitian mengindikasikan, tingginya skor BMI berkaitan dengan risiko lebih rendah untuk meninggal akibat sakit jantung atau akibat penyakit kronis. Ini merupakan fenomena misterius yang dikenal dengan istilah "paradoks obesitas"

Menurut analisis para ahli yang dimuat di Journal of the American College of Cardiology, paradoks ini tampaknya dapat dijelaskan dengan fakta sederhana bahwa BMI tidaklah cukup akurat untuk mengukur risiko yang berkaitan dengan penyakit jantung. Ukuran lingkar pinggang, kata para ahli, justru dapat memberi petunjuk yang lebih akurat dalam memprediksi risiko kematian pasien jantung akibat serangan di usia muda ataupun akibat lainnya.

Dalam sebuah penelitian para ahli di Mayo Clinic Rochester, Minnesota AS, pasien penyakit jantung dengan ukuran lingkar pinggang lebih besar dari 35 inci pada wanita atau 40 inci pada pria memiliki risiko 70 persen meninggal lebih cepat ketimbang mereka yang berlingkar pinggang lebih kecil. Ukuran lingkar pinggang yang besar dikombinasikan dengan tingginya skor BMI bahkan membuat risiko kematian jauh lebih besar.

"Hal paling penting dibandingkan yang lain kemungkinannya adalah distribusi lemak," kata peneliti Francisco Lopez-Jimenez, MD, peneliti yang juga ahli jantung di Mayo Clinic Rochester.

"Penelitian terbaru ini menunjukkan bukti lain bahwa BMI punya banyak keterbatasan dalam menilai risiko penyakit jantung," kata Jean-Pierre Després, PhD, Direktur Riset di Quebec Heart and Lung Institute, Laval University, Quebec City.

"Jika Anda mengukur BMI, maka Anda tidak akan menilai bentuk tubuh, Anda tidak melihat distribusi lemak," kata Després, yang menulis sebuah editorial dan menyertai laporan riset ini.

"Saya tidak mengatakan bahwa BMI tak berguna. Hanya, kita perlu yang lebih dari itu. BMI adalah total kolesterol dalam lemak. Kita tahu bahwa ada kolesterol yang baik dan kolesterol buruk, ada lemak jahat dan lemak baik."

Selain itu, lanjut Despres, BMI juga tidak dapat membedakan antara lemak dan otot. "Pasien jantung yang menjalani gaya hidup kurang aktif mungkin mencatat BMI yang rendah karena mereka kehilangan massa otot," paparnya. Adapun pasien jantung yang memiliki gaya hidup aktif mungkin akan mengalami penambahan berat dan peningkatan BMI karena mereka menambah otot tak berlemak.

Hasil temuan ini juga memicu perdebatan seputar bentuk tubuh dan risiko mengidap penyakit jantung. Beberapa penelitian lain menunjukkan indikasi bahwa mereka yang memiliki tubuh berbentuk apel dengan timbunan lemak di daerah perut berisiko lebih besar mengidap sakit jantung dibanding mereka yang tubuhnya berbentuk pir. Namun, teori ini dipertanyakan oleh para ahli.

Lopez-Jimenez dan timnya menganalisis data sekitar 16.000 pasien jantung yang berpartisipasi dalam satu dari empat studi dan program rehabilitasi jantung di Mayo Clinic. Lebih dari sepertiga pasien tercatat meninggal selama penelitian, dengan rentang waktu antara enam bulan dan tujuh tahun.

Tingginya nilai BMI berkaitan dengan risiko 35 persen lebih rendah mengalami kematian. Namun, memiliki lingkar pinggang yang besar ditambah tingginya nilai BMI membuat risiko kematian melonjak hingga dua kali lipat.

Kenapa lemak di perut begitu jahat? Peneliti menjelaskan bahwa lemak perut adalah tanda dari lemak visceral atau lemak yang berkumpul di sekitar organ-organ di abdomen atau perut. Lemak-lemak inilah yang dapat memicu resistensi insulin dan meningkatnya jumlah kolesterol jahat selain juga dapat merangsang peradangan.

"Faktor genetik memainkan peran sangat kuat dalam menentukan apakah seseorang dapat menimbun lemak pada sekitar pinggang," kata Després. Ia memperkirakan, sekitar 30 persen populasi cenderung menimbun lemak pada tempat yang tidak diiinginkan tersebut.(kompas)

Tips Kuliah Sambil Bekerja

SETELAH lulus SMA, tentunya kamu mempunyai banyak harapan. Salah satunya, melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi. Lantas, bagaimana jika kamu harus kuliah sambil bekerja?

Berikut tips untuk kamu yang harus menjalani peran ganda, mahasiswa dan karyawan, seperti dikutip dari situs Telegraph, Rabu (4/5/2011).

Mintalah bantuan dari keluarga dan teman.

Ini diperlukan agar mereka mendukung studi yang kamu jalani. Bicaralah dengan keluarga, pasangan, dan teman sebelum memulai kuliah dan pastikan mereka mengerti mengapa hal ini sangat penting. Dengan begitu, mereka akan paham bahwa kamu tidak memiliki cukup banyak waktu seperti yang mereka inginkan.

Bicarakan dengan bos dan rekan kerja.

Jika kamu kuliah dengan biaya perusahaan, melakukan hal ini bisa membuat atasan mempertimbangkan beban kerja untuk kamu. Kamu juga bisa meninggalkan pelatihan yang diwajibkan perusahaan. Namun, jika kamu kuliah atas inisiatif sendiri, berbicara dengan atasan berguna untuk memberitahu rencana dan tujuanmu. Ini akan memberikan kamu dukungan dan pemahaman yang lebih baik.

Maksimalkan waktumu.

Gunakan waktu yang kamu punya sebaik mungkin. Meski sibuk, faktanya setiap individu memiliki periode dalam sehari, yang merupakan masa paling produktif. Kamu bisa membaca bahan kuliah dalam perjalanan menuju tempat kerja, jika menggunakan transportasi umum. Kamu juga tetap bisa menghabiskan waktu untuk hiburan seperti menonton TV, film atau kegiatan lainnya. Tapi, lakukan hanya untuk hal-hal yang kamu minati.

Cari tahu kekuatanmu.

Tiap orang memiliki gaya belajar berbeda. Yang efektif untuk orang lain, belum tentu baik untuk kamu. Jika kamu merasa lebih baik belajar di pagi hari, sisihkan waktu satu jam sebanyak satu atau dua kali dalam seminggu untuk belajar. Konsentrasi siswa juga bervariasi. Jadi ingatlah untuk memaksimalkan kegiatan belajar, baik dalam waktu pendek atau panjang. Kuncinya adalah menemukan apa yang cocok untuk kamu dan rencanakan waktu dengan tepat.

Buat zona studi.

Hal ini membuat kamu memiliki area khusus untuk belajar. Jika di rumah ada kamar kosong, kamu bisa sulap untuk jadi tempat belajar. Kamu juga bisa menyelipkan sebuah meja di sudut ruang tamu. Atau jika kamu lebih suka belajar di luar rumah, belajarlah di kafe yang tenang atau perpustakaan umum. Intinya, di manapun berada, ciptakan perbedaan antara waktu belajar dan sisa hari. Ini akan mengaktifkan otak kamu dan mendapatkan mood untuk belajar.

Cari teman belajar.

Menetapkan tujuan dengan sesama mahasiswa bisa menjadi cara untuk mengatasi hambatan kuliah dan meningkatkan motivasi. Menjalin pertemanan dengan orang baru merupakan bonus tambahan dalam pembelajaran orang dewasa. Kamu juga bisa mengikuti grup kuliah di internet.

Memang, menjalani kuliah sambil bekerja merupakan hal yang sulit. Namun setelah dijalani, kamu akan mengetahui bahwa hal ini tidak sesulit yang kamu bayangkan. Dan jika kamu merasa sangat sulit membagi waktu, menjalani kuliah jarak jauh juga dapat menjadi pilihan. Metode distance learning sangat membantu karena kamu dapat bekerja dengan kecepatan sendiri tanpa terikat waktu tertentu. Belajar tidak harus mengambil alih hidup kamu. (okezone)

Bahaya! Mandi Air Panas Bisa Bikin Gagal Jantung

Berendam di air panas saat cuaca dingin memang nyaman. Berdasar studi terbaru, kebiasaan ini bisa berujung fatal. Gagal jantung mengintai pemilik kebiasaan ini.

Studi tim peneliti yang dipimpim Chika Nishiyama dari Kyoto Prefectural University of Medicine School of Nursing ini mengungkapkan, kasus gagal jantung saat mandi meningkat 10 kali lipat di musim dingin dibandingkan musim panas.

Fakta ini penting bagi masyarakat Jepang, mengingat sebagian besar penduduknya senang mandi air panas selama berjam-jam guna menenangkan diri setelah sibuk beraktifitas.

Di Jepang, banyak orang berlama-lama mandi air panas karena rumah tradisional Jepang tak tertutup dengan baik layaknya rumah di Barat. "Selain itu, alat pemanas yang ada jarang digunakan," papar Nishiyama. Seperti dikutip Straits Times.

Nishiyama dan tim menggunakan data 11.000 kasus gagal jantung 2005-2007 di prefektur Osaka barat sebagai dasar studi. Berdasarkan data itu, 22% kasus terjadi dalam keadaan tidur dan 9% saat sedang mandi. Sekitar 3% mengalami gagal jantung saat beraktivitas kerja dan 0,5% saat sedang berolahraga.

Diketahui, sebanyak 54 kasus gagal jantung pada 10 juta orang terjadi saat sedang berendam. Kemudian, 10 kasus dari 10 juta orang terjadi saat berolahraga(inilah)

Rabu, 04 Mei 2011

9 Cara Redam Keinginan Ngemil

Ngemil berlebihan bisa dipicu oleh berbagai hal. Dimulai dari kadar gula darah rendah, stres, hingga masalah emosional lain.
Berikut ini langkah-langkah untuk menghentikan keinginan ngemil.

1. Jangan lewatkan waktu makan

Makanlah tiga kali sehari dan dua kali makan kudapan secara teratur. Usahakan jarak antara waktu makan dan snack tidak lebih dari lima jam. Ini berguna untuk menjaga kestabilan kadar gula darah dan menghindari Anda dari rasa lapar yang hebat. Kadar gula darah yang rendah dan rasa lapar merupakan kombinasi berbahaya yang menyebabkan Anda makan berlebihan.

2. Pola makan gizi seimbang

Usahakan kandungan protein, lemak, dan karbohidrat pada setiap hidangan makan besar dan snack. Contohnya, bila biasa makan apel sebagai snack, tambahkan selembar roti gandum dan
keju rendah lemak.

3. Bikin buku harian

Buku catatan mengenai pola makan sehari-hari ini akan mendeteksi pola makan Anda. Contohnya, mungkin Anda selalu ingin ngemil setiap sore setelah pukul 15.00. Ini bisa berarti Anda membutuhkan snack yang cukup untuk sore hari. Bisa juga berarti bahwa makan siang Anda belum cukup gizinya untuk memasok kebutuhan. Mungkin ini juga berarti Anda sedang sangat stres sehingga butuh istirahat sejenak.

4. Hindari diet rendah kalori


Diet yang kurang dari 1.200 kalori per hari akan menyebabkan keinginan ngemil karena pada dasarnya diet rendah kalori menyebabkan kelaparan. Penelitian membuktikan bahwa orang yang diet rendah kalori sering mengalami keinginan ngemil dan sehari-hari hidupnya dipenuhi dengan makanan. Jika tidak yakin dengan kebutuhan kalori yang tepat untuk Anda, konsultasilah pada dokter ahli gizi.

5. Jangan lupakan karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks seperti biji-bijian mengandung serat yang membantu menjaga kadar gula
darah stabil. Kadar gula darah rendah telah disebutkan menyebabkan timbul keinginan ngemil.

6. Bersihkan lingkungan

Hindari pemicu keinginan ngemil di rumah atau kantor jika memungkinkan. Sudah pasti sulit menolak cokelat atau keripik kentang jika kedua makanan enak ini ada di sekitar kita. Semakin sedikit godaan di sekitar, semakin baik.

7. Jangan terlalu kaku

Tetaplah menikmati dessert dan snack kesukaan. Jika benar-benar berhenti makan makanan enak itu, Anda malah terobsesi terus. Dan ketika "pertahanan" jebol, Anda akan makan terlalu
banyak.

8. Icip-icip sedikit saja

Biarkan diri mencicipi sedikit saja makanan enak seperti cokelat yang diingini. Jika ingin makan lebih banyak, cari cokelat rendah kalori.

9. Cari pengalih perhatian

Ketika keinginan ngemil datang, tunggu selama 15 menit sebelum benar-benar makan. Cobalah
melakukan hal lain, seperti berjalan-jalan di luar sejenak atau mengobrol dengan rekan kerja. Kadang mengalihkan perhatian selama lima menit saja cukup untuk mengusir keinginan
iseng ngemil.(kompas)