Selasa, 08 Februari 2011

Cara Jitu Melupakan Mantan.

Putus cinta dan melupakan mantan pasangan tak pernah mudah. Namun bukan berarti Anda terus-menerus berduka karena merasa kehilangan. Berikut beberapa kiat melupakan mantan pasangan yang dikutip dari Sheknows.

1. Stop kontak selama dua bulan.
Anda pasti pernah mendengar 'time healing'. Waktu memang selalu menjadi penyembuh sakit hati Anda. Untuk itu biarkan waktu menghapus ingatan Anda tentang mantan pasangan. Minimal jangan menghubunginya selama dua bulan. Jangan menelepon, SMS, BBM, dan sebagainya. Berikan juga kesempatan untuk hati dan emosi Anda agar lebih stabil.

2. Simpan kenangan.
Sebaiknya singkirkan segala sesuatu yang bisa membangkitkan kenangan Anda mengenai sang mantan. Tak perlu lagi menyimpan foto atau hadiah-hadiahnya. Tak perlu membuangnya, menyimpannya di suatu wadah tertutup sudah cukup. Jika perasaan sudah lebih baik, hadiah-hadiah dari sang mantan bisa kembali Anda manfaatkan.

3. Bertemu orang lain.
Jangan mengurung diri di rumah. Justru perluaslah pergaulan Anda. Bukan berarti Anda harus mencari penggantinya, namun menambah teman tentu tak ada salahnya bukan?

4. Berbahagia.
Menangis terus menerus tak akan membuat Anda bahagia. Mulailah tersenyum, kenalilah potensi Anda. Tak ada salahnya untuk ke salon dan mal untuk merawat diri dan membeli busana. Mempercantik penampilan akan membuat Anda sadar, bahwa ada orang yang lebih baik yang bisa didapatkan, ketimbang terus menangisi mantan. (kaskus)

Inilah 6 makanan terbaik untuk mencegah rasa lapar


1.Bubur

Bubur memiliki G.I yang sangat rendah, yang berarti bahwa karbohidrat masuk kedalam aliran darah secara perlahan lahan dan itu akan mempertahankan tingkat energi tubuh kita sekaligus mencegah kita memakan makanan samapai jam 11 pagi. Penelitian menunjukkan bahwa makanan basah dan creamier dapat mengaktifkan sinyal kepuasan, meningkatkan rasa kenyang, dan yang paling penting, semangkuk bubur dapat menurunkan kolesterol. Jadi, bubur merupakan sarapan yang sangat sempurna.

2.Popcorn

Jika kalian mencari makanan ringan untuk memuaskan nafsu ngemil kalian, popcorn adalah salah satu pilihan terbaik. Popcorn bermanfaat menjadi makanan gandum yang mengandung serat dan mengenyangkan dari pada makanan ringan alternatif lainnya. Tetapi jangan memakan popcorn yang mengandung mentega, minyak, toffee atau garam, karena popcorn yang polos lah yang dapat mengisi kebutuhan perut kalian.

3.Apel

Apel adalah makanan yang bagus untuk menjaga rasa lapar jika sedang berpergian karena faktanya apel penuh dengan serat. Penelitian telah menunjukkan bahwa makan sebuah apel 20 menit sebelum makan makanan dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi pada saat makan. Jadi, jika memakan apel secara teratur setiap hari, serat di dalam tubuh kita dapat terpenuhi secara teratur dan dapat mencegah kita merasa kelaparan.

4.Jeruk

Jeruk adalah buah super yang mengandung fluida yang memberikan peran yang sangat besar dalam memberi rasa kenyang. Jeruk juga mengandung 86% air, dan penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan kandungan air yang tinggi dapat membantu meningkatkan rasa kenyang karena meningkatkan ukuran porsi tanpa menambahkan kalori.

5.Telur

Telur tidak rendah kalori dibandingkan dengan beberapa makanan lainnya yang telah sebutkan sejauh ini, namun karena fakta bahwa telur adalah sumber protein, pastinya telur pantas disebutkan menjadi makanan yang dapat menjaga rasa lapar. Makanan tinggi protein akan membuat rasa kenyang yang lebih lama. Telur memiliki manfaat lain juga, yaitu mengandung semua asam amino esensial dalam proporsi yang tepat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan optimal dan pemeliharaan jaringan otot aktif secara metabolik.

6.Sup

Beberapa penelitian menyatakan bahwa makan sup sebelum makan dapat meningkatkan rasa kenyang, hasilnya kita jadi makan sedikit dan mengambil sedikit kalori. Perlu berhati-hati pada pilihan sup, sekalipun itu sup buatan sendiri sehingga kita memiliki kendali atas bahan yang akan dimasukkan. Jika ingin membeli sup kalengan, sebaiknya memeriksa informasi gizi nya terutama
jumlah garam, kalori dan lemak.(kaskus)

Selasa, 01 Februari 2011

Vaksin untuk Alkoholik

Sejumlah ilmuwan Chile dikabarkan tengah mengembangkan
vaksin untuk menurunkan tingkat kecanduan alkohol. Mereka berharap vaksin itu bisa diujicoba kepada manusia mulai tahun depan.

Terapi genetik itu akan didasarkan pada aldehyde dehydrogenase yakni kelompok enzim yang mencerta alkohol serta bertanggungjawab atas tingkat toleransi alkohol dalam tubuh manusia.

Kepala tim riset di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika Chile serta lab swasta Recalcine, Dr Juan Asenjo, menjelaskan sekira 20 persen populasi Asia kekurangan enzim aldehyde dehydrogenase, sehingga kerap mengalami 'reaksi kuat yang membuat mereka tidak lagi berselera mengkonsumsi alkohol'.

Vaksin ini akan memberikan reaksi serupa dengan meningkatkan rasa gelisah, pusing serta tachycardia (percepatan detak jantung), demikian dilansir Straits Times, Jumat (7/1/2011).

"Dengan vaksin ini keinginan mengkonsumsi alkohol akan berkurang akibat reaksi-reaksi tersebut," papar Dr. Asenjo. Vaksin itu sendiri telah diujikan kepada tikus yang bergantung pada alkohol dan berhasil mengurangi tingkat konsumsi mereka hingga separuhnya.

Cara kerja vaksin hampir sama dengan obat-obat yang bisa mengurangi tingkat kecanduan rokok, namun memiliki efisiensi lebih baik karena secara spesifik menargetkan sel-sel ginjal serta menghindari efek negatif pada seluruh sel.

"Idenya adalah untuk mengurangi tingkat konsumsi hingga 90-95 persen pada manusia," pungkas Dr Asenjo. (okezone)

Berhenti Merokok, Bisa Diprediksi.

Peneliti asal AS mengaku telah menemukan cara untuk memprediksi kesuksesan seorang perokok yang ingin berhenti merokok.

Pola prediksi ini dilakukan dengan menggunakan sistem pemindai magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat aktivitas di dalam wilayah otak yang berhubungan dengan perubahan perilaku.

Dalam penelitiannya, mereka berhasil memindai sekira 28 sukarelawan yang tergolong perokok berat dan sedang mengikuti program antirokok. Para pasien yang menjadi sukarelawan penelitian itu dipersilakan melihat serangkaian iklan yang bertema 'berhenti merokok'. Saat mereka menonton program iklan tersebut maka MRI akan secara otomatis memindai aktivitas otak.

"Setiap sehabis menonton satu iklan, sukarelawan kemudian diminta untuk memeringkatkan iklan tersebut. Intinya untuk mengetahui seberapa besar iklan tersebut mempengaruhi minat sukarelawan untuk berhenti merokok. Juga akan dicari alasan apakah kepercayaan diri para sukarelawan meningkat untuk berhenti merokok, dan seberapa besar pengaruh pesan tersebut terhadap perubahan perilaku," ujar peneliti seperti dikutip melalui Straits Times, Selasa (1/2/2011).

Responden yang menunjukkan aktivitas dalam medial prefrontal korteks selama iklan itu ternyata akan secara signifikan terkait dengan pengurangan perilaku merokok' dalam kurun beberapa bulan berikutnya, terlepas dari bagaimana orang-orang mengatakan mereka terpengaruh oleh iklan.

"Yang menarik adalah bahwa dengan mengetahui apa yang sedang terjadi di otak seseorang selama iklan, kita bisa melakukan dua kali lebih baik seperti memprediksi perilaku masa depan mereka, dibandingkan dengan jika kita hanya tahu perkiraan mereka sendiri mengenai seberapa sukses mereka berniat untuk berhenti," kata salah seorang peneliti, Emily Falk.(okezone)